One-Sided Love

When you’re in one-sided love, what is the hardest moment for you?

ASLI! Sok paten kali memang si Umik ngebahas hal seperti ini. Salahkan Running Man Eps. 230 yang ngebahas tentang ‘One-Sided Love‘. Dan seriusan aja, survey list (pada perempuan, tentunya) yang di lakukan Production Team Running man benar-benar nampar adek sekali, karena memang itulah yang terjadi pada realitanya hahaha. Apa maksud dari penyataan sebelumnya? Yah, itu artinya saya dalam kondisi mengalami ‘One-Sided Love‘. HAHAHA, miris sekali memang tapi apa mau di kata, di tutup-tutupin juga nggak ada artinya. Semua orang pasti pernah mangalami kondisi ini. Walau nggak lama, setidaknya pernah.

Oke, mari saya jabarkan listnya:

  1. Even when he knows I like him, he treats me like an invisible person.
  2. ‘You’re a good friend.’ (it means, FRIENDZONE. Hahahaha.)
  3. When I failed to contact him first and waiting for him blankly/hopelessly.
  4. When he said he likes my friend and ask me to introduce him to her.
  5. When the person is too popular.
  6. When I can do anything and think of that person all day long
  7. When he said he likes someone else and ask me for relationship advice.

Sejujurnya, saya tidak merasa sedang mengalami atau pernah mengalami 7 kondisi di atas. Entahlah ya, nggak ingat juga sih hm. Karena walau sudah 3 tahun mengalaminya, saya merasa tidak bertingkah berlebihan dan melakukan hal ekstrim sehingga muncul istilah “Senpai, please notice mee!” HAHAHA.

Tapi kalau di lihat dari 7 list  diatas, yang paling sakit memang nomor 1. Syukur saya tidak pernah mengalaminya dan semoga jangan sampai terjadi. Mungkin saya cucok dengan nomor 2, tapi nggak juga sih sebenarnya. Entahlah, jadi bingung sendiri -__-

Mungkin kalau saya buat list sendiri, yang nomor 1 adalah saat saya sudah merelakan dirinya dan tidak ingin mengingatnya lagi, dia datang dan mulai menunjukkan tanggapan positif (atau terkadang bisa php) yang membuat saya merasa gondok setengah mati. Saya paling benci yang satu ini. Benci sekali.

Yah, kondisi yang sekarang (bahkan dari dulu) saya rasakan dan paling membuat saya tidak nyaman dan tenang adalah “I’m hopelessly in love with him.”

ARGH! Fuck my love story! 


I’ve known from the start
You would break my heart
You are cruel, you are
But I’ll keep loving you

―David Guetta (feat. Jaymes Young & Birdy) – I’ll Keep Loving You―


Advertisements

Recommended Album, Recommended Tracks (3)

David_Guetta_Listen

LISTEN

1. Dangerous
2. What I Did For Love
3. No Money No Love
4. Lovers On The Sun
5. Goodbye Friend
6. Lift Me Up
7. Listen
8. Bang My Head
9. Yesterday
10. Hey Mama
11. Sun Goes Down
12. S.T.O.P.
13. I’ll Keep Loving You
14. The Whisperer

[Deluxe Edition Bonus Track]
15. Bad 
16. Rise
17. Shot Me Down



Yang judulnya bercetak tebal, itu artinya saya suka bingit sama lagunya. Hehehe, saya tahu ini album tahun lalu dan semua orang pasti tahu siapa abang yang satu ini. Siapa lagi kalau bukan David Guetta. Siapa yang tidak suka dengan musik David Guetta? Adalah pasti yekan hahaha. Biasanya yang suka David Guetta pasti kalangan anak muda. Biasanya yah. Mainstream emang kalau suka DJ yang satu ini, tapi apa mau dikata, saya suka sekali musik dan liriknya. Hampir semua saya suka lagunya di album ini. HAMPIR! Hahahaha.

Saya memang penikmat musik electronic, electro-pop dan juga EDM. Nggak semua lagu sejenis ini bisa saya suka loh yah, ada juga lagu yang bikin saya nggak greget dengernya. Zaman sekarang sih, apalagi di Indonesia, musik sejenis ini sedang di gandrungi banyak orang. Kalau bikin acara aja sekarang ngundangnya DJ, kalau dulu sih penyanyi atau band. Ketje nggak tuh, hahaha. Nggak tau deh, ini bakal berlangsung juga di 2015 atau tidak. Tapi, kayaknya si lanjut. Tapi memang, saya suka David Guetta karena musiknya, bukan karena dia lagi sering-seringnya di dengar orang. Lagian, dari dulu dia udah famous kali -___-a

Am I Improving?

tumblr_ngxsraZ4Rh1sekxdfo1_500 tumblr_nhed74Lbmp1sekxdfo1_500

tumblr_nhncoaZnzt1sekxdfo1_500 tumblr_ni0b0nu4SB1sekxdfo1_500

Apakah diriku semakin lebih baik dari sebelumnya?

Apakah ada perubahan yang berarti?

Apakah usaha selama ini ada hasilnya?

Entahlah.

.

Karena setiap harinya, aku melakukan dan melihat hal yang sama,

sehingga, garis perubahan itu pudar dan membuat diriku tak menyadari perbedaanya.

.

Apakah diriku semakin lebih baik dari sebelumnya?

Apakah ada perubahan yang berarti?

Apakah usaha selama ini ada hasilnya?

Aku tidak tahu.

UAS Hari Pertama, The Deadly Pron*t!

Hahaha, saya hanya bisa tertawa hari ini, mengenang jawaban nomor 3 dari ujian PRON*T dimana saya cuma mengisi desain saja (itu juga nggak jelas bentuk, maksud dan tujuannya) dan hanya mengisi koding php untuk koneksi. Benar-benar Madafaka sekali seriuuusaaaan. Waktu yang dikasih cuma 75 menit dan itu soal tulis tangan semua, jawabannya lebih 4 halaman dan otak saya berasa mati tiba-tiba.

Gilak memang UAS ini, hari pertama sudah seperti hari terakhir. Mengenaskan. Terhina. Sengsara.

Ih beneran kali lah, itu soal nomor 3 kodingnya banyak kali dan adek nggak tau semua, adek lemah php, kenapa bapak tidak mau mengerti 😦

Yaudahlah, saya sih pasrah aja yah, udah nggak bisa berpikir lagi. Yang berlalu biarlah berlalu, saya harus move on. Saya capek selalu dihantui oleh mata kuliah yang satu ini. I’m sick of this! Saya juga punya kehidupaaan

Annabel – Syncretism

~

Tsumetai sono taion wo kanjiteru
Feeling the coolness of your body temperature

Kasanaru kage ni mo himitsu madotte
Even the overlapping shadow hide secret

Yurari, yurari
Swaying, swaying

Kokoro ga yureteru
My heart is swaying

Zuuto onaji basho wo motomete
Always seeking for the same place

Kagami no youni utsushidashite
Reflecting like a mirror

Tashikametai setsuna no kioku
The sad memories I want to confirm

Sono karada katachi sae futari no mono dakara
Because the silhouette of that body belongs to the two of us

Tsumetai sono taion wo kanjiteru
Feeling the coolness of your body temperature

Chiisai hana he te omoitakushite
Entrusting our feeling to little flowers

Tsuki no hikari no shita
Beneath the moonlight

Doko made mo yukimashou issho ni
I’ll go anywhere with you, together

Tsunaida te ni, nagarekomu koro
Our intertwined fingers, the time which flows by

~

Annabel – Syncretism


ARGH Saya suka lagunya, ini semua karena Hybrid Child. Udah download animenya, tapi karena UAS jadi belum sempat nonton dan langsung skip ke ending songnya. Dan ternyata, O M G , saya suka sekali lagunya. Baik lirik maupun musiknya, petjah banget deeh hahahaha.

The Big Project (a.k.a Tugas Besar) is Finally OVER!

Oh My God. Alhamdulillah. Sesungguhnya hamba tak pernah berpikir akan bisa melewati ini semua. Alhamdulillah, ini semua terlewati dengan baik dan bahagia. Alhamdulillah, Saya bahagia, semua bahagia ahahahahaha.

Memang yah, yang namanya Tugas Besar itu memang benar-benar besar. Dalam satu semester ini kami mendapatkan 4 Tugas Besar. Bahkan Praktikum juga ada tugas besarnya. Dan dengan kekuatan bulan (ini lebay hahaha), Tugas besar Praktikum itu terkerjakan dalam waktu 1 hari satu malam. Apa nggak garzia banget tuh ckck.

Nasib memang kuliah di bidang yang tidak kita inginkan. Semua harus terjalani dengan semestinya tanpa bisa protes sama sekali. Adek walaupun sudah semester 3, masih menyesali dengan jurusan yang adek pilih ini. Dang it.

Tapi, mau bagaimana lagi, semua nggak bisa di ubah lagi dari awal. Semua sudah terlambat. Ah, sudahlaaaah.

Ih, tapi seriusan deh, selama mengerjakan Tugas Besar semester 3, saya merasakan perasaan yang berbeda dengan Tugas Besar semester 2.

Memang damn kalilah sumpah semua tugas semester 3 ini. Semua dosen seolah-olah cuma dia yang ngasih tugas dan nggak memikirkan dosen lain yang bakal ngasih tugas sama beratnya ataupun lebih. Syukurlah memang ada satu dosen yang memang saya idolakan, dia benar-benar dosen yang berbeda sekali. Anti-Mainstream. Tidak Stereotype.

Terus muncul sebuah pikiran, “Tugas besar semester 3 aja gini, gimana 4, 5, 6, dst?”

Nah, nggak sampai disitu aja, pertanyaan yang sebenarnya adalah, “Bagaimana dengan Skripsi?”

ARGH! Saya bete memikirkan di Indonesia ini, tidak sama dengan Luar Negeri yang tidak pakai sistem Skripsi. Ugh, sumpah, bener deh tuh kata meme-meme di luar sana, ‘Udah nggak sanggup lagi ngelanjutin semester 3, mau nikah aja!’ HAHAHA. Sumpah itu lucu sekaligus miris. Terlalu pendekkah pemikiran mereka untuk memilih MENIKAH saja? Nggak mikir apa, emang lo kira setelah nikah lo bakal hidup tenang? NAY! Nggak ada yang mudah di dunia ini, PLZ.

Oke, kembali ke Tugas Besar.

Hal yang paling saya benci saat mengerjakan Tugas Besar adalah NAHAN NGANTUK. Suruh aja saya menahan lapar, pasti saya sanggup. Kalau menahan tidur, TIDAK SAMA SEKALI.

Sleeping is my favorite activity. 

I can sleep everywhere as long as the place isn’t humid.

Bahkan, saat mengetik ini saja saya merasa sangat mengantuk wkwk.

Thanks to Nesc*fe, berkatnya saya bisa melewati malam-malam saya tanpa tidur. Terima kasih untuk orang tua saya dan adik-adik saya yang sudah mau bersabar saat diri saya menggila karena tugas ini. Juga teman setim-saya, Wita, Dedek, dan Jun. Thanks a lot guys, without you all, I’m nothing. Nggak ada Jun nggak siaplah itu php, nggak ada dedek nggak siaplah itu laporan, nggak ada wita nantik nggak bagi dua ngerjain design-webnya. Dan yang paling utama-tapi terakhir disebutkannya- Terima Kasih kepada Allah SWT yang sudah mau mendengarkan doa-doa kami dan mempermudah jalan kami dalam menyelesaikan tugas besar itu. Without Allah, I’m nothing.

Kabar luar biasa, besok ternyata UAS. HAHAHA. Dan saya masih sempat-sempatnya ngeblog dan ngebabbling disini.

Baiklah kalau begitu, saya harus belajar php yang sesungguhnya nggak akan bisa masuk ke dalam otak saya. Ciao.

A Direction Of The Day After Tomorrow

Asatte_No_Houkou_Volume_One

Summary:

Karada is a young girl who hates being treated like a child and who wishes to be grown up. Shoko is an aloof, unhappy young woman who has just returned from overseas. When they meet by coincidence one night at a local shrine where they both like to make wishes, they exchange ages.


Holla, my first post in 2015. Happy New Year 2015. Harapan tahun ini, semoga bisa mewujudkan resolusi tahun 2014, yang ditulis tahun 2013 dan direncanakan tahun 2012, karena tahun 2011 saya masih belum serius mengenai resolusi haha. Kalau di bidang IT, resolusi adalah hal yang berbeda. Bisa di cek di google, jadi jangan heran kalau di tanya ke anak IT, resolusi kamu tahun ini apa, dia akan jawab 1366×768. HAHAHA, nggak gitu juga si sebenarnya.

By the way, saya iseng membuka lemari komik saya dan menemukan komik jaman kelas 1 SMP. Judulnya sama dengan judul post ini.

A Direction of the Day After Tomorrow atau kalau bahasa jepangnya Asatte no Houkou.

Iseng baca ulang dan cari-cari ulasannya di internet. Eh sumpah, setelah saya terakhir baca kelas 3 smp, saya nggak kepo lagi soal ini manga.

Jadi saya baru browsing dan menemukan bahwasanya ini manga sudah di jadikan Anime. O M G. Sudah lebih dari 8 tahun dan saya baru sadar sekarang ARGH.

Saya belum download dan rencana akan download setelah UAS. Semoga animenya sama bagus dengan manganya. Semoga tidak mengecewakan hahaha.

Terus apa sih yang membuat saya suka banget sama ini manga?

Hm, itu semua bermula karena konflik dari manga itu sendiri. Karena saya tidak mau spoiler, jadi saya tidak akan bahas apa konfliknya. Yang pasti, ini cerita benar-benar mature-theme, tapi bukan dalam artian vulgar yah. Walaupun yang di bahas di dalamnya tentang anak kecil, kakaknya, teman kakaknya, anak kecil yang lain, dan lain sebagainya.

Dan ada beberapa kutipan yang saya suka banget entah kenapa, sungguh sangat surreal hahaha.

Manusia hidup pada ‘saat ini’. Tetapi yang disebut ‘saat ini’ adalah sesuatu yang tidak bisa kita rasakan. Semua yang kita lihat dan kita sentuh dalam sekejap akan menjadi masa lalu. Keinginan untuk melihat dan menyentuh adalah suatu interupsi kepada masa depan yang belum kita ketahui.

Masa lalu adalah sesuatu yang sudah pasti, sekumpulan dari diri kita yang tidak bisa kita hapus.

Masa depan adalah sesuatu yang belum kita ketahui dan penuh dengan berbagai kemungkinan.

Hehehe, saya suka ketiga quotes di atas dari manga tersebut, bagi suka sesuatu yang berbau supernatural dan psychology, silahkan di baca manganya. Seriusan ini manga feelingnya rumit banget hadeeh hahaha.